Tips Menyusun Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja ibaratnya berfungsi sebagai pengetuk pintu ke perusahaan, di mana pelamar ingin bergabung di perusahaan tersebut. Jadi peran surat lamaran kerja sangat vital, maka disarankan surat lamaran kerja tidak berlembar-lembar (idealnya hanya satu lembar) dan nantinya surat lamaran itu akan menjadi pegangan hukum bagi HRD bahwa kandidat pelamar resmi menyatakan dirinya ingin melamar kerja ke perusahaan tersebut.
Kemudian, secara umum sebuah surat lamaran diharapkan bisa dibaca atau dipahami isinya tidak kurang dari 20 detik. Dalam waktu tersebut diharapkan HRD merasa puas membaca isinya sesuai dengan kualifikasi persyaratan yang tertulis secara lengkap dan jelas di iklan atau informasi lowongan kerja.
Surat lamaran idealnya cukup terdiri minimal tiga paragraf, yaitu :
1. Pembukaan
2. Maksud dan tujuan melamar
3. Paragraf penutup
Jika ada penjelasan yang relevan dan memperkuat kebutuhan iklan lowongan, bisa menjadi empat paragraf. ini bagian dari kaidah, dalam melamar kerja tidak ada rumus menjawab kebutuhan lowongan, jangan bertele-tele, punya tujuan yang jelas dan relevan, usahakan dibuat sedemikian rupa agar secara langsung HRD bisa melakukan scanning.
Jadi bila ingin memprediksi apakah surat lamaran kerja anda diterima atau ditolak, coba cocokan isi surat lamaran anda apa sudah sesuai dengan iklan lowongan dan bisa dibaca dibawah 20 detik?
Selamat mencoba dan semoga sukses!